Belajar Teknik Fotografi Untuk Pemula : Aperture

lensafotografi.com

Pada tulisan-tulisan belajar fotografi untuk pemula sebelumnya sudah dijelaskan mengenai bagaimana teknik pengaturan segitiga exposure dan shutter speed mempengaruhi hasil foto. Ada beberapa teknik shutter speed yang juga banyak sekali dipakai seperti teknik fotografi long exposure dan teknik levitasi. Nah agar pembahasan ini ada benang merahnya maka akan dilanjutkan dengan membahasa Aperture atau kadang disebut juga sebagai diafragma.

Aperture adalah bukaan lensa yang mengatur banyak atau sedikitnya cahaya masuk ke sensor. Bila bukaan besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan  dengan bukaan kecil. Analogikan saja dengan kran air, dibuka sedikit maka yang keluar sedikit juga begitu sebaliknya. Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, bukaan digunakan  juga untuk mengendalikan ruang tajam (Depth of Field/DoF).

Bagi yang baru tau tentang belajar teknik fotografi, aperture dinyatakan dalam f-stop. Sebagai contoh f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/22 dan seterusnya. Menambah satu stop atau 1/2 stop brarti merubah ukuran bukaan lensa dan pastinya juga jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera. Ingat juga bahwa merubah Shutter-Speed dengan menambah satu atau 1/2 stop maka akan merubah jumlah cahaya yang masuk ke dalama kamera. Hal ini berarti bahwa jika Anda menambah satu stop dan mengurangi satu stop elemen yang lain maka Anda akan mendapatkan jumlah cahaya yang sama.

  • Aperture kecil ditunjukkan  dengan angka besar (f/45, f/22,f/11)
  • Aperture besar ditunjukkan  dengan kecil (f/1.4, f/2.8, f/1.4, f/1.2)
  • Aperture kecil menghasilkan depth of field (DOF) yang luas, seluruh bagian gambar tampak tajam (in shop focus)
lensafotografi.com

Aperture atau bukaan lensa saat tombol shutter ditekan. Bukaan diafragma lebar (f/2) sedang (f/8), dan sempit (f/22)

Permasalahan yang sering muncul dalam belajar fotografi untuk pemula adalah sering salah dalam mengatur diafragma dan shutter speed pada kondisi-kondisi tertentu. Sebagai panduan dan konsep dalam belajar fotografi untuk pemula untuk diingat, cobalah mempraktekan hal-hal berikut ini:

  • Pada kondisi cahaya minim (didalam ruangan dengan satu buah lampu saja) gunakanlah aperture dengan angka f-stop kecil seperti f/1.4, f/2.8 dan shutter speed yang rendah pula. Efeknya apabila kamera goyang atau objek bergerak maka hasilnya akan blur.
  •  Pada saat kondisi cahaya memadai, dalam artian cukup terang dan di kondisi outdoor. Maka disarankan menggunakan aperture lebar. Apabila foto dirasa over exposure maka anda bisa memainkan shutter speed yaitu dipercepat.

Bagaimana Membuat Foto Bokeh?

Sering bila kita melihat foto-foto portrait atau model latar belakang kabur/ blur/ bokeh. Blur atau disebut bokeh ini dihasilkan melalui teknik fotografi dengan memanfaatkan depth of field (DOF). Dengan blur itu membuat objek menjadi lebih menonjol, karena blur dimaksudkan untuk menghilangkan gangguan pada objek foto tersebut. Kenapa saya sebut gangguan karena bila ada objek lain yang menonjol maka akan mengurangi fokus mata pada objek utama sehingga foto lebih enak dipandang.

lensafotografi.com

Gambar Atas bukaan DOF lebar, bawah DOF sempit

Bokeh pada suatu foto tergantung pada depth of field. Depth of Field atau yang sering disebut dengan DOF adalah ukuran seberapa lebar/jauh bidang fokus yang ada di dalam foto Anda. Pemanfaatan DOF merupakan teknik fotografi untuk pemula yang wajib diketahui bagi semua fotografer. Depth of Field yang lebar berarti hampir semua foto Anda akan terfokus meskipun itu dekat dengan kamera ataupun jauh.

Berikut ada beberapa konsep yang patut dicoba sehingga menambah pemahaman tentang Depth of Field bagi yang baru belajar fotografi untuk pemula:

1. Bukaan Aperture

Roaming Free SimsNO MORE ROAMING FEES FOR INTERNATIONAL CALLS!
Check out the best international Sim Cards and save up to 80% on your phone calls! instantempo

Bukaan aperture yang besar seperti f/2.8 atau lebih besar lagi seperti f/1.4 akan membuat  foto bokeh akan terlihat menarik, karena background akan terlihat sangat blur.

2. Jarak fokus lensa

Teknik fotografi yang dapat membuat foto bokeh adalah merubah  jarak focus lensa yang digunakan, semakin jauh latar belakang dari lensa kamera DSLR maka latar belakang menjadi lebih kabur.

3. Rasio jarak dengan objek

Anda bisa belajar teknik fotografi dengan memanfaatkan jarak antara kamera-objek-latarbelakang. Semakin dekat jarak kamera ke objek foto dan semakin jauh jarak objek dengan latar belakang maka anda otomatis background menjadi blur. Bila jarak kamera ke objek foto 1 m dan jarak objek foto ke latar belakang 20 m maka bisa dipastikan latar belakang sangat blur.

Hal ini karena rasio/perbandingan jarak sangat besar. Sebaliknya, bila jarak kamera ke objek foto 20 m dan jarak objek foto ke latar belakang 1 cm maka bisa dipastikan latar belakang menjadi sangat jelas/tajam.

4. Ukuran sensor gambar

Semakin besar sensor kamera DSLR semakin mudah membuat background  menjadi blur. Sensor kamera DSLR di pasaran tidak semua full frame, yang dimaksud full frame disini ukuran sensornya sama seperti ukuran film negative kamera analog. Sensor full frame umumnya ditemukan pada kamera DSLR yang professional, untuk yang pemula dan semi pro umunya masih menggunakan sensor APS-C (crop). Kamera ponsel atau saku memiliki ukuran sensor yang kecil dibandingkan  dengan kamera DSLR. Sensor kamera DSLR sendiri terbagi menjadi beberapa bagian seperti Four third (rasio 4 banding 3), crop 1.6 (Canon), 1.5 (Nikon, pentax, Sony), ada juga yang full frame (Nikon, Sony) dan medium format (Phase One, Leica 52).

Kapan Pengaturan Aperture Penting?

Pada bidang fotografi landscape Anda akan menemui fotografer yang menggunakan pengaturan aperture kecil. Pengaturan ini mengakibatkan foreground sampai horizon masih tampak fokus. Dilain sisi dalam bidang fotografi portrait biasanya lebih mengutamakan fokus pada objek serta background yang blur/tidak fokus. Fotografi portrait biasanya memang ingin menonjolkan pada model sebagai focal-point dan tidak menginginkan elemen foto yang lain bisa menarik perhatian, untuk mendapatkan hasil foto seperti ini harus menggunakan aperture bukaan besar.

Fotografer makro merupakan pengguna yang sering menggunakan teknik fotografi dengan aperture atau bukaan besar. Aperture besar bagi mereka adalah untuk memastikan bahwa subyek mereka benar-benar menarik perhatian bagi mereka yang melihat, dan sisa elemen foto pasti akan tampak tidak fokus.

Panduan Fotografi untuk pemula daftar sekarang yuk, gratis lho www.lensafotografi.com/fotografipemula

Advertisement

Trackbacks/Pingbacks

  1. Memahami Teknik Pengaturan ISO dalam Fotografi Untuk Pemula | lensafotografi.com - November 1, 2013

    […] makin lama sensor terpapar cahaya) kedunya juga bisa dikobinasikan. Silahkan baca lagi post tentang belajar teknik fotografi : aperture dan fotografi dasar untuk pemula memilih shutter speed yang […]

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers