Kamera DSLR vs Analog SLR

  • Kamera DSLR hasilnya Langsung  dilihat hasil foto yang dibuat sedangkan kamera anlog perlu proses cuci cetak.
  • Hasil foto kamera DSLR adalah  berupa file digital  sehingga hemat tempat, bila mau bisa dicetak sedangkan kamera analog SLR hasil foto berupa negative film yang perlu dicetak dan memerlukan tempat penyimpanan.
  • Hasil foto kamera DSLR mudah untuk di transfer atau dipindahkan sedangkan kamera analog SLR perlu proses lama.
  • Hasil foto dari kamera DSLR lebih mudah terjadi pelanggaran hak cipta karena mudah untuk ditranfer.
  • Memory card kamera DSLR dapat digunakan berulang kali sedangkan kamera Analog SLR negative hanya sekali pakai.
  • Sensitivitas ISO/ASA bisa diganti setiap foto pada kamera DSLR, di kamera analog SLRtidak bisa kecuali dengan mengganti film.

    Gambar 1
    Kamera DSLR vs Analog SLR

  • Kamera DSLR memberikan fleksibilitas dalam mengedit foto
  • Kamera DSLR memberikan kepraktisan dalam mengganti white/color balance.
  • Sesuai dengan namanya kamera digital SLR semua prangkat berupa digital sehingga rawan sekali bila tidak hati-hati menggunakannya berbeda dengan kamera analog SLR yang lebih tahan banting.
  • Format file kamera DSLR dapat berupa RAW atau JPEG sedangkan kamera Analog SLR berupa negative film.
  • Harga kamera DSLR lebih mahal daripada kamera Analog SLR namun kamera Analog SLR mahal dalam ongkos cetak fotonya.
  • Di kamera DSLR bila ingin hasil foto khusus kita bisa mengganti setingan pada kamera sedangkan pada kamera Analog SLR tergantung pada film yang digunakan, misalnya film hitam putih, warna dan film berefek khusus.
  • Kamera Analog SLR karena menggunakan film dia bsa menangkap cahaya dg sempurna dan menerjemahkan warna dengan sangat baik, bahkan teknologi digital yg paling maju sekalipun blum bisa mengalahkan media film dalam hal penangkapan cahaya dan penerjemahan warna. Kamera DSLR dinilai kurang sensitif. Berbanding terbalik dengan kamera Analog SLR, yang sudah hampir mampu menangkap seluruh warna yang diantulkan oleh matahari dan kamera analog SLR juga cukup sensitif. Kamera analog SLR merekam dengan film negative berwarna , slide flim positif dan hitam putih. Kamera digital merekam dengan pixel (picture element / elemen dasar dari film).
  • lebih banyak variasi optical lahir dari kamera analog SLR, ada beberapa rekayasa optical yg tdak bsa dilakukan di media digital.
  • Menggunakan kamera Analog SLR melatih intuisi dan perhitungan tepat dalam tiap pengambilan gambar berkaitan dg ASA/ ISO, kecepatan, kekuatan cahaya, warna dll.

Panduan Fotografi untuk pemula daftar sekarang yuk, gratis lho www.lensafotografi.com/fotografipemula

Advertisement

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tiga Komponen Penting dalam Fotografi: ISO (internasional Standards Organization) | lensafotografi.com - August 23, 2012

    […] atau disingkat menjadi ISO, sama artinya dengan ASA (America Standard Organization). Di era kamera analog, ISO dikenal dengan ASA. Dulu ASA tergantung dari film yang terpasang di dalam kamera. Sekarang ISO […]

  2. Batas Shutter Speed Minimum Lensa | lensafotografi.com - August 28, 2012

    […] pemotretan, batas shutter speed minimum yang dianggap masih aman  untuk mencegah kegoyangan  kamera DSLR adalah 1/300 detik (untuk amannya bulatkan ke atas dengan shutter speed yang umumnya ada pada […]

  3. Mengatur Warna Foto dengan White-Balance (WB) | lensafotografi.com - September 1, 2012

    […] kamera DSLR tersedia fasilitas pengaturan warna foto dengan White BalanceManual. Pengaturan ini merupakan cara […]

  4. Tips Penggunaan Flash Pada Kamera DSLR: Petunjuk Umum | lensafotografi.com - September 23, 2012

    […] DSLR). Penggunaan flash ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya penggunaan flash  kamera DSLR  adalah pada keadaan atau situasi yang cahaya minim atau gelap sehingga hal ini membentuk […]

  5. Tips Memotret Model-bagian 1 | lensafotografi.com - September 23, 2012

    […] kamera DSLR tersebut karena kamera DSLR lebih rumit dari kamera jenis lain bahkan termasuk kamera SLR analog karena ada perbedaan dengan yang versi Digital terlebih lagi kamera bertipe DSLR mempunyai beragam jenis […]

  6. Menentukan mode Auto Fokus yang tepat | lensafotografi.com - November 2, 2012

    […] Fokus pada foto yang melenceng, sulit atau tidak mungkin untuk diperbaiki. Manual focus untuk kamera DSLR maupun analog agak sulit karena banyak secara anatomi kamera DSLR jendela bidik (View Finder) berukuran kecil […]

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers