Mengubah Lensa Biasa menjadi Lensa Makro

Lensa makro murni biasanya mahal harganya, satu lensa bisa mencapai lima juta ke atas tetapi ada beberapa alternatif yang umum digunakan oleh fotografer untuk mengubah lensa biasa menjadi lensa makro. Berikut beberapa alternatifnya:

1. Close-up Filter

Close-up filter adalah lensa filter yang dipasang di depan lensa.  Cara kerja close up filter mengubah lensa biasa menjadi lensa makro yaitu dengan mengurangi jarak fokus minimal sehingga objek foto menjadi lebih besar saat di foto, close up filter bekerja dengan baik pada lensa dengan focal length 85mm keatas. Kualitas close-up filter sangat bervariasi, seperti kata istilah ada harga ada rupa. Ada yang murah tapi kualitas buruk dan ada kualitias tinggi tapi harganya juga lumayan mahal. Keuntungan filter ini adalah auto focus dan fungsi-fungsi lain pada kamera DSLR masih beroperasi seperti biasanya karena tidak mengubah lensa hanya menambah sesuatu di depan lensa. Kemampuan close-up filter  juga sangat tergantung dari kualitas lensa kamera yg dipakai. Apabila menggunakan lensa third-party yang berkualitas rendah, maka kelemahan dan kejelekan lensa akan lebih tampak saat dipasangnya close-up filter karena adanya faktor magnifikasi.

lensafotografi.com

Hasil lensa makro

2. Extension Tube

Extention tube adalah tabung kosong yang mampu mengubah lensa biasa menjadi lensa makro yang dipasang diantara kamera dan lensa. Dengan adanya tabung ini, kita bisa fokus lebih dekat ke objek foto. Extention tube yang murah biasanya tidak memiliki kontak elektronika, jadi tidak bisa auto focus. Yang bisa tipe seperti Canon EF 25 II Extention Tube, dan harganya jauh lebih mahal.

3. Reversing Ring

Dengan menggunakan reversal ring (cincin pembalik) ini, kita bisa mengubah lensa biasa menjadi lensa makro. Cara ini cukup diminati oleh para penghobi fotografi karena biaya yang cukup murah. Kualitas foto lumayan dan tergantung dari lensa yang di reverse. Misalnya, Lensa 50mm akan memberikan hasil lebih baik dari pada lensa 18-55mm. Karena lensa telah terpasang terbalik , tidak ada jalur komunikasi antara kamera dengan lensa. Artinya , fungsi-fungsi automatis pada lensa seperti autofocus, exposure ,  dll tidak dapat digunakan. Otomatis fungsi metering pada kamera tidak berjalan sama sekali. Lalu bagaimana kamera DSLR  dapat digunakan kalau nilai aperture pada lensa tidak bisa diambil (karena jalur putus) . Satu-satunya jalan adalah mode manual, auto focus juga tidak berjalan sehingga manual focus dan pemakaian tripod hampir perlu digunakan.

4. Lensa Perspektive Correction (PC)

Lensa perspective Correction atau kadang disebut Tilt-Shift Lens, adalah lensa khusus yang mampu mengoreksi perspektif yang terdistorsi akibat fotografer terlalu dekat dengan objek foto. Lensa ini sangat popular  di kalangan fotografer arsitektur karena mampu mengkoreksi perspektif gedung menjadi tegak lurus, meskipun foto bangunan tersebut diambil dari jarak dekat. Disamping untuk keperluan arsitektur, fungsi lensa ini juga seakan-akan mengubah lensa biasa menjadi lensa makro sebenarnya lensa perspektif sendiri bukanlah lensa biasa. Lensa ini juga bisa menghasilkan  foto-foto portrait, produk, atau makro yang artistik.

Untuk fotografi interior atau arsitektur, biasanya digunakan lensa PC yang memiliki jarak focus 17-35mm sedangkan untuk potrait, makro dan produk biasanya memiliki jarak focus lebih panjang, sekitar 60-85mm.

5. Lensa cermin

Lensa cermin/Mirror lens memiliki konstruksi internal yang berbeda dengan lensa biasa namun kemampuannya seperti mengubah lensa biasa menjadi lensa makro. Lensa ini menggunakan cermin sehingga bisa mendapatkan jarak focus yang lumayan tapi secara fisik, lensa ini jauh lebih kecil dan juga murah. Lensa cermin biasanya berjenis telephoto untuk memanfaatkan konstruksi cerminnya namun bukaannya tetap tidak bisa dirubah.

Apabila ditanya masalah hasil kualitas foto antara lensa cermin dan kamera DSLR tentunya jelas beda. Yang satu harganya lebih terjangkau dan yang satu memang harga menguras kantong. Oleh karenanya lensa cermin begitu diminati oleh fotografer amatir. Karena lensa cermin seperti telephoto maka banyak digunakan untuk pemotretan satwa liar, bulan dan olahraga.

Sumber:

Enche Tjin, Kamera DSLR itu Mudah

http://www.kamera-digital.com/forum/viewtopic.php?TopicID=6256

http://tukangmoto.wordpress.com/2008/12/14/reversed-lens-langsung-ke-bodi-kamera/

Gambar:

http://www.pasarkreasi.com/media/kamera2.jpg

Panduan Fotografi untuk pemula daftar sekarang yuk, gratis lho www.lensafotografi.com/fotografipemula

Advertisement

3 Responses to “Mengubah Lensa Biasa menjadi Lensa Makro”

  1. leatial

    Apr 14. 2013

    mas kalau buat tutorialdibuat gambarnya. thankx

    Reply to this comment

Trackbacks/Pingbacks

  1. Membeli Lensa Kamera DSLR | lensafotografi.com - November 2, 2012

    [...] foto berukuran kecil, lebih baik menggunakan lensa khusus makro atau ada alternatif lain yaitu mengubah lensa biasa menjadi makro dengan beberapa [...]

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers