Pencahayaan

Pencahayaan (exposure)  yang merupakan inti dari fotografi dapat dikatakan sebagai seni atau teknik untuk mencari keseimbangan pencahayaan antara seberapa besar jumlah cahaya (volume) yang melalui sebuah lensa dengan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mampu menghasilkan gambar pada sebidang bahan peka cahaya (film) atau sensor digital yang terdapat di dalam kamera.

Teori pencahayaan sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipahami  apabila kita menggunakan analogi yang sangat sederhana dan tepat.  Contohnya bila mengisi ember dari kran. Bila membuka keran semaksimal mungkin mungkin air mengalir sederas-derasnya maka dalam waktu singknya ember tersebut akan terisi penuh. Logikanya, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember akan semakin lama bila anda mengurangi volume air yang mengalir lewat keran.

lensafotografi.com

Gambar 1 under exposure
Gambar 2 Pas
Gambar 3 over exposure

Dapat ditarik kesimpulan  bahwa ada hubungan yang berbanding lurus antara volume air dan waktu. Semakin besar volume air  yang masuk ke ember, semakin cepat ember tersebut terisi penuh. Sebaliknya,  semakin sedikit air yang mengalir , semakin lama pula waktu untuk mengisinya. Namun, perlu diketahui bahwa ukuran  ember juga mempengaruhi waktu dan volume yang dibutuhkan. Ember kecil tentunya membutuhkan  volume air yang lebih sedikit 8atau lebih cepat terisi) daripada  ember yang lebih besar, begitu pula sebaliknya.

Maka munculah rumus sederhana sebagai berikutnya:

V=T

1/2V=2T

2V=1/2T

Untuk mengisi sebuah ember dengan volume air tetentu (V) dibutuhkan waktu tertentu(T). Bila volume air dikurangi setengahnya (1/2V), waktu yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat (2T). Sebaliknya bila volume digandakan (2V) maka waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat (1/2T).

Apabila diterjemahkan ke dalam fotografi, lensa dan diafragma berfungsi sebagai “keran” untuk mengatur volume cahaya yang akan  sampai pada film atau sensor digital. Rana kamera dengan skala shutter speed, berfungsi sebagai pengatur yang menentukan  seberapa lama cahaya “mengalir”. Sementara film dan sensor digital dianalogikan sebagai “ember” penampung cahaya.

Besar kecilnya ukuran ember adalah ukuran kepekaan kedua  media tersebut yang dibakukan dalam standar satuan ISO/ASA (International Standard organization/ American Standard Organization). ISO/ASA hingga 100 adalah ‘ember” berukuran besar, ISO/ASA 125 hingga 200 adalah “ember” berukuran sedang,  sedangkan  ISO/ASA 400 ke atas adalah “ember” kecil.

Sekarang bayangkan bila anda  lupa menutup keran pada waktunya? Tentunya ember  tersebut tidak akan mampu lagi menampung air sehingga air akan meluber. Kebalikannya, bila Anda terlalu cepat menutup keran, ember tersebut tidak akan penuh terisi penuh. Dalam pemotretan , kekurangan pencahayaan disebut sebagai under exposure yang biasanya foto yang dihasilkan akan terlihat gelap sedangkan kelebihan pencahayaan sebagai over exposure dan biasanya foto akan terlihat sangat terang.

Sumber Tips & Trik Fotografi: Teori dan Aplikasi Belajar Fotografi oleh Yulian Ardiansyah

Panduan Fotografi untuk pemula daftar sekarang yuk, gratis lho www.lensafotografi.com/fotografipemula

Advertisement

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kecepatan Rana Rendah | lensafotografi.com - August 27, 2012

    [...] yang terbuka maksimal agar cahaya dapat masuk ke diafragma dan bila shutter speed diperlambat maka pencahayaan yang ditangkap akan semakin banyak. Silahkan dicoba. dengan lensa kit bawaan kamera DSLR yang [...]

  2. Menyiasati Cahaya Alam | lensafotografi.com - September 2, 2012

    [...] memiliki definisi melukis dengan cahaya. Tanpa adanya cahaya semua benda di muka bumi tampak gelap. Bila gelap tak ada keindahan yang akan ditangkap oleh panca [...]

  3. Arah Cahaya- bagian 1 | lensafotografi.com - September 6, 2012

    [...] tulisan-tulisan sebelumnya sSaya sudah menjelaskan tentang pencahayaan dan berbagai macam jenis cahaya, kali ini Saya ingin menjelaskan arah datangnya cahaya yang [...]

  4. Arah Cahaya- bagian 2 | lensafotografi.com - September 7, 2012

    [...] Dalam hal ini banyak juru foto dan fotografer menghindari  pemotretan di waktu-waktu ini karena pencahayaan terlalu kuat akan menimbulkan bayangan yang sangat kontras. Area di bawah hidung dan alis tampak [...]

  5. Tips memotret model-bagian 3 | lensafotografi.com - September 19, 2012

    [...] dimana anda akan memotret model juga tidak kalah penting. Asal pencahayaan di lokasi yang dipakai cukup terang untuk pemotretan apakah terlalu terang atau terlalu redup, [...]

  6. Tips Memoret Landscape | lensafotografi.com - September 20, 2012

    [...] terbaik untuk mengabadikan keindahan landscape adalah pagi hari dan sore hari, karena pencahayaan matahari intensitasnya tidak terlalu kuat. Arah cahaya  terlalu tinggi diatas kepala sehingga [...]

  7. Photoshop | lensafotografi.com - November 2, 2012

    [...] Warna pada foto bisa berubah dikarenakan berbagai hal seperti pengaturan white balance yang salah, pencahayaan terlalu terang atau gelap, dan sebagainya. Namun hal ini bergantung pada kondisi foto serta [...]

  8. Jenis-Jenis Cahaya- Bagian 2 | lensafotografi.com - November 3, 2012

    [...] akan kuning cederung orange. Saat inilah anda mengambil foto sebanyak-banyaknya dengan keadaan pencahayaan seperti ini. Detik-detik estetik ini tidak akan berlangsung lama. Jadi anda harus sigap mengatur [...]

  9. Bagaimana Teknik Fotografi untuk Memotret Makanan | lensafotografi.com - November 20, 2012

    [...] makanan umumnya dilakukan dalam ruangan dan tentunya memerlukan pecahayaan dari lampu dan flash.  Arah lampu flash jangan dari depan namun dari samping atau belakang. Cara [...]

  10. TipsTeknik Fotografi Pengambilan Sudut Foto | lensafotografi.com - November 27, 2012

    [...] Pengambilan gambar dengan sudut(angle) profile adalah dari samping objek utama dengan membentuk sebuah sudut 900 baik itu. Seperti namanya sudut pengambilan gambar memang diperuntukan menonjolkan  profil seorang objek. Teknik fotografi pengambilan gambar semacam ini dalam sebuah foto dapat diterapkan dalam beberapa action atau gaya, misalnya objek utama sepasang kekasih yang sedang berjalan menuju suatu tempat. Dalam sudut pengambilan gambar seperti ini jangan lupakan pencahayaan yang tepat, bila anda dalam ruangan pastikan sumber cahaya menerangi bagian yang akan dipotret, kalau bisa seluruh objek dapat diterangi oleh cahaya agar tidak menciptakan bagian gelap kecuali anda ingin bermain-main dengan pencahayaan. [...]

  11. Teknik Pencahayaan Fotografi Portrait untuk Pemula | lensafotografi.com - January 19, 2013

    [...] memiliki masalah dengan pencahayaan untuk jenis fotografi portrait , namun apabila menguasai teknik pencahayaan fotografi dengan baik maka  foto portrait yang sederhana akan tampak seperti foto profesional. [...]

  12. Jenis-Jenis Cahaya- Bagian 1 | lensafotografi.com - March 6, 2013

    [...] sangat lembut. Dari pantulan cahaya inilah permukaan bumi mulai terlihat samar-samar, intensitas cahaya yang masih sangat lemah membuat seluruh objek tampak monoton, warna-warna benda menjadi lembut dan [...]

  13. Jenis-Jenis lensa Kamera DSLR-bagian 1 | lensafotografi.com - March 6, 2013

    [...] dalam Fotografi:  Apperture (Diafragma). Semakin lebar semakin menguntungkan untuk pengaturan pencahayaan, kecepatan rana, dan ruang tajam (depth of [...]

  14. Teknik Fotografi untuk Memotret Makanan | Telubungsu - April 10, 2013

    [...] makanan umumnya dilakukan dalam ruangan dan tentunya memerlukan pecahayaandari lampu dan flash.  Arah lampu flash jangan dari depan namun dari samping atau belakang. Cara [...]

  15. Tips Teknik Fotografi Pengambilan Sudut Foto | Kaki Lima Multimedia™ - May 13, 2013

    [...] Pengambilan gambar dengan sudut(angle) profile adalah dari samping objek utama dengan membentuk sebuah sudut 900 baik itu. Seperti namanya sudut pengambilan gambar memang diperuntukan menonjolkan  profil seorang objek. Teknik fotografi pengambilan gambar semacam ini dalam sebuah foto dapat diterapkan dalam beberapa action atau gaya, misalnya objek utama sepasang kekasih yang sedang berjalan menuju suatu tempat. Dalam sudut pengambilan gambar seperti ini jangan lupakan pencahayaan yang tepat, bila anda dalam ruangan pastikan sumber cahaya menerangi bagian yang akan dipotret, kalau bisa seluruh objek dapat diterangi oleh cahaya agar tidak menciptakan bagian gelap kecuali anda ingin bermain-main dengan pencahayaan. [...]

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers