Tiga Komponen Penting Fotografi: Shutter speed -bagian satu

Biasanya orang yang baru belajar fotografi akan kebingungan dengan istilah ISO, shutter speed, dan Aperture. Tiga komponen ini merupakan komponen fotografi yang penting dalam menghasilkan komposisi gambar gambar suatu foto. Tiga istilah tersebut sering disebut dengan segitiga exposure yang saling terikat satu sama lain sehingga takaran gelap dan terang  foto tidak hanya ditentukan oleh satu komponen fotografi saja.

Shutter Speed (Kecepatan Rana)

Shutter speed adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Satuan speed adalah dalam detik. Biasa berawal dari 1/4000 detik sampai 30 detik. Variasi nilai shutter speed ini diatur dari badan kamera. Dilayar kamera DSLR, bila melihat angka 200, itu beratri 1/200 detik. Sedangkan bila melihat ada tanda petik dua di atas angka seperti 2” itu berarti dua detik. Selain mempengaruhi kuantitas cahaya yang rusak, komponen shutter speed mempengaruhi foto dalam dua hal:

  • Gambar 1
    Segitiga exposure

    Shutter speed yang cepat dapat menangkap/membekukan  (freeze) objek yang bergerak dengan jelas saat dipotret. Walaupun itu sepasang pesawat jet yang melintas dengan kecepatan tidak kurang dari 800 km/jam, shutter speed  1/8000 detik mampu menghentikan gerak kedua pesawat tersebut. Untuk masing-maisng objek yang bergerak kecepetan rana minimum yang digunakan berbeda-beda namun ada pendapat bahwa  1/125 merupakan kecepetan rana minimum untuk menghentikan gerak. Biar bagaimanapun 1/250 detik tetap dan akan terus tetap dua kali lebih cepat dari 1/125 detik yang berarti pula dua kali lebih cepat dan lebih efektif dalam mengehentikan gerak

  • Shutter speed yang lama dapat menangkap kesan gerakan (motion) objek secara continue.  Bagi sebagian orang fotografi dengan shutter speed rendah identik dengan objek diam dan tidak bergerak ke mana-mana serta kondisi cahaya minim. Tidaklah salah memang kebanyakan orang yang foto dengan cara seperti itu dan aperture  akan terbuka maksimal agar cahaya dapat masuk ke diafragma dan bila  shutter speed diperlambat maka cahaya yang ditangkap akan semakin banyak. Silahkan dicoba. dengan lensa kit bawaan kamera DSLR yang kadang aperturenya mentok smapai f 3 . lalu bidiklah ke daerah gelap dan liat di LCD maka hasilnya akan gelap juga. Nah sekarang coba shutter speed diperlambat maka lambat laun kondisi akan menjadi lebih terang.

Dalam praktiknya, kita bisa menggunakan kecepatan rana/shutter speed yang tinggi untuk menangkap gerakan objek yang bergerak, seperti pada foto liputan olahraga. Sebaliknya, kita menggunakan shutter speed yang rendah untuk merekan efek gerak seperti dalam merekam pergerakan air terjun

Sumber:Rakhmat Supriyono, Your Guide to Good Photography

                  Enche Tjin, Kamera DSLR Itu Mudah

                 Yulian  Ardiansyah, Tips & Trik Fotografi

Panduan Fotografi untuk pemula daftar sekarang yuk, gratis lho www.lensafotografi.com/fotografipemula

Advertisement

17 Responses to “Tiga Komponen Penting Fotografi: Shutter speed -bagian satu”

  1. Ashly

    Jul 08. 2014

    I see a lot of interesting content on your website. You have to spend a lot of time writing, i know how to save you a lot of work, there is a
    tool that creates unique, google friendly posts in couple
    of minutes, just type in google – laranita’s free content source

    Reply to this comment

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tiga Komponen Penting dalam Fotografi: Shutter speed -bagian dua | lensafotografi.com - August 22, 2012

    […] rana (shutter speed) adalah seberapa  lamanya cahaya masuk lubang lensa pada  saat pemotretan . Seberapa lama rana […]

  2. Tiga Komponen Penting dalam Fotografi: Apperture (Diafragma)-Bagian Dua | lensafotografi.com - August 22, 2012

    […] Shutter Speed  dan aperture/diafragma harus sinergi untuk mendapatkan  eksposure yang tepat.  Eksposure perimeter exposure dapat dilihat melalui light meter yang ada di kamera DSLR. JIka indicator  light meter  menunjuk arah negative, hasil gambar akan gelap (under exposure) dan sebaliknya hasil gambar akan over exposure jika indicator light meter  menunjuk arah positif. […]

  3. Memahami Keseimbangan Pencahayaan | lensafotografi.com - August 24, 2012

    […] keseimbangan exposure karena bila kita mengubah salah satu nilai dari diafragma/aperture, shutter speed, atau ISO, maka kita harus mengubah nilai yang lain agar cahaya tidak over atau under exposure. […]

  4. Pencahayaan | lensafotografi.com - August 25, 2012

    […] mengatur volume cahaya yang akan  sampai pada film atau sensor digital. Rana kamera dengan skala shutter speed, berfungsi sebagai pengatur yang menentukan  seberapa lama cahaya “mengalir”. Sementara film […]

  5. Batas Shutter Speed Minimum Lensa | lensafotografi.com - August 28, 2012

    […] guncangan sekecil apapun dari si pemotret akan makin kentara, oleh karena itu perlu dipahami batas shutter speed minimum lensa yang digunakan karena lensa dengan focal lenght yang berbeda memiliki batas […]

  6. Arah Cahaya- bagian 1 | lensafotografi.com - September 21, 2012

    […] dengan arah cahaya datang dari depan merupakan pemotretan  yang paling mudah. Pengaturan  exposure menjadi lebih mudah dilakukan karena objek terkena cahaya menjadi lebih merata sehingga tidak ada […]

  7. Mencari Keseimbangan Pencahayaan dengan Light Meter | lensafotografi.com - September 22, 2012

    […] fasilitas light meter ini kita tidak perlu lagi menebak-nebak kombinasi dari bukaan diafragma dan shutter speed yang tepat untuk “mengisi’ film atau sensor dengan cahaya. Pada intinya light meter fungsinya […]

  8. http://lensafotografi.com/tiga-komponen-penting-dalam-fotografi-shutter-speed-bagian-dua/ | lensafotografi.com - September 22, 2012

    […] satu detik, jarak yang ditempuh adalah 100.000 m : 3.600 detik= 27.76 m. Bila anda menggunakan shutter speed satu detik pada kamera yang terpasang secara statis di atas tripod tanpa mengikuti gerak /arah laju […]

  9. Seni Dalam Fotografi | lensafotografi.com - September 23, 2012

    […] ISO/ASA, diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & shutter Speed disebut sebagai pajanan (exposure). Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka […]

  10. Mengenal Exposure Compensation-Bagian 1 | lensafotografi.com - November 3, 2012

    […] melalui lensa (istilahnya metering), dan selanjutnya intensitasnya diukur dan ditentukanlah nilai  shutter speed, diafragma dan ISO yang sesuai. Proses metering ini umumnya didapat dengan merata-rata besaran […]

  11. Darimana Asalnya Angka Aperture?-bagian 2 | lensafotografi.com - November 3, 2012

    […] hubungannya dengan kecepatan rana, cukup jelas tampaknya bahwa dengan mengurangi volume cahaya setengahnya (-1 stop) otomatis […]

  12. Belajar Teknik Fotografi Untuk Pemula | lensafotografi.com - December 2, 2012

    […] secara teoritis silakan baca post tiga komponen penting fotografi-shutter speed. Coba anda bermain-main sekaligus bereksperimen dengan shutter speed, tau dimana letak pengaturan […]

  13. Basic Photography Designed for Beginners: Exposure Triangle « photographyfordummies1 - January 1, 2013

    […] source2 […]

  14. Essential Photography Designed for Newbies: Exposure Triangle « Photography Lover - January 1, 2013

    […] source2 […]

  15. Memahami Histogram Pada Kamera | lensafotografi.com - March 5, 2013

    […] memahami histogram pada kamera, kita bsa mengubah setting kamera DSLR untuk shutter speed, ISO, dan Aperture  untuk mendapatkan gambar yang lebih ideal sesuai dengan harapan kita. […]

  16. Memahami Teknik Dasar Fotografi Untuk Pemula : Segitiga Exposure | lensafotografi.com - September 4, 2013

    […] sebelumnya dibahas tentang ISO, aperture, maka selanjut yang perlu dibahas adalah shutter speed yang merupakan durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasi shutter speed […]

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers